Artikel Pilihan

SUKSES TERNAK KELINCI TANPA BAU & LIMBAH JADI UANG, MODAL RATUSAN JADI JUTAAN | CERITA USAHA

 

Hari ini di sakutours.com kita bedah tuntas
ternak kelinci modern yang bikin urin
dan kotoran bisa jadi duit. Akhirnya
tidak ada yang terbuang sia-sia. Jadi
tonton sampai habis kalau mau tahu
rahasianya.

Halo sedulurBerawal dari ikut
menjualkan kelinci
milik orang lain karena permintaan pasar
yang begitu besar hingga akhirnya
memutuskan untuk membangun peternakan
sendiri. Cara merawatnya itu ternyata
mudah loh, Teman-teman. Asalkan
kalian tahu bagaimana ilmunya. Ayo kita
bongkar habis. Tonton artikel ini dari
awal hingga akhir dan tutup di
Oasis.

Perkenalkan teman-teman, nama saya Wari
Sandi, biasanya dipanggil Sandi.
Di sini saya sebagai owner dari Dinar
Raya Rapid Farm. Nah, Dinaraya Rapid
Pump sendiri ini bergerak di bidang
peternakan kelinci yang berlokasi di
Dusun Kemasan, Widodo Martani, Ngemplak,
Sleman, Yogyakarta. Jadi, kita
di sini mengusung temanya itu saya ini
kelinci pedaging yang pengin menuju ke
modern ya. dari cara yang tradisional
dulu, mungkin yang diumbar. Nah,
sekarang kita beralih ke kandang baterai
atau kandang postal satu-satu seperti
ini. Ini nih sangat memudahkan
kita dalam fase breeding seperti itu.
Jadi, kita bisa menentukan tujuan kita
ke depannya itu seperti apa. Baik itu
dari kita peningkatan kualitas ataupun
ke kuantitas. Kemudian juga untuk
kebersihan kandang. Memang saya sudah
dari awal sudah mengkonsepkan kandang
itu tuh enak untuk dibersihkan. Makanya
saya menggunakan sini sistemnya conveyor
ya. Jadi conveyor ini Mas cukup putar
tuasnya. Semua kotoran langsung hilang
tanpa sisa. Ratusan ekor kelinci cuma
butuh 30 detik saja. Sangat
membantu memudahkan kita dalam merawat
ataupun membersihkan kandang. Jadi
peternakan kelinci itu menjadi lebih
simpel, lebih mudah lagi ketimbang
dengan yang cara yang seperti dulu.
Serta nanti kalau bisa setiap hari atau
seminggu itu tiga kali dibersihkan.
Kalau ditumpuk memang kalau urin
sama ves kelinci ketemu amoniaknya
sangat tinggi kayak gitu. Apalagi di
siang hari nanti akan naik ya kemudian
nanti akan mengganggu pastinya kesehatan
kelinci. Nah, untuk itu kalau di kandang
Dinar Raya Rabbit Farm sendiri saya
sudah membuatnya sistem terkoleksi
ya, sudah terpisah antara
urinnya sama facesnya seperti itu. Jadi
kalau kita lakukan pembersihan apalagi
setiap hari itu kandangnya enggak bau.

Awalnya memang kan saya untuk dijadikan
hobi ya, ternyata bisa juga dijadikan
bisnis seperti itu. Karena saya
ngelihatnya kelinci ini
prospeknya itu sangat luas. permintaan
pasarnya juga sangat luas gitu.
Kemudian kompetitornya yang sedikit
seperti itu kan. Kemudian di kelinci ini
saya melihatnya itu tuh semua hal yang
di kelinci ini tuh bisa
menghasilkan yang bikin semua jadi cuan.
Bahkan limbahnya pun enggak ada yang
terbuang sia-sia. Baik dari
urinnya kemudian untuk jadi POC ya pupuk
organik cair kemudian vesnya juga
menjadi pupuk. Kemudian kalau di kelinci
yang potong pun baik itu dagingnya,
kulitnya, telinganya, kakinya itu
semuanya bisa diolah jadi cat food, dog
food atau makanan hewan-hewan yang lain.
Semua jadi uang. Makanya dari situ saya
melihatnya ya menarik ya. Kemudian juga
kelinci ini ketimbang dengan hewan yang
lain, dia ini bisa berkembang biak
dengan cepat dan banyak seperti
itu. Jadi dalam 1 tahun kita bisa
memprogram kelinci itu 4 sampai 6 kali
melahirkan seperti itu. Kemudian nanti
anaknya bisa 4 sampai 12 ekor. Kemudian
pun juga untuk di harga pasar pun juga
cenderung stabil dan naik seperti itu
ya. Memang karena enggak ada permainan
harga ya di sini biasanya. Jadi
cenderung stabil kemudian nanjak-nanjak
naik naik naik naik terus. Nah,
itulah yang membuat saya itu juga
tertarik nih untuk memulai bisnis ini
ketimbang yang lain. Memang saya coba
dulu untuk berternak ayam seperti itu
ya. Karena kalau ayam ini nih sekalinya
kena sakit, yang lainnya juga ikut nular
ya nular yang lain. Beda sama kelinci.
Jadi kalau kelinci itu penyakit yang
vitalnya itu yang masif skala banyak
bisa tertular itu tuh enggak ada.
Beternak kelinci itu enggak rumit,
enggak berat menurut saya. Jadi bisa
dijadikan usaha sampingan ya. Untuk
memulai berenakan kelinci sebenarnya
memang enggak membutuhkan modal yang
cukup besar ya, Mas. Mungkin seperti
kita mau memulai peternakan domba,
kambing ataupun sapi ya yang lokasinya
besar seperti itu. Saya sendiri
pun dulu memulai bernakan kelinci itu
cuman di sebelah kontrakan seperti itu.
Jadi sebelah kontrakan kan masih ada
atapnya itu ya. Jadi kandangnya itu bisa
kita bikin satu tingkat, dua tingkat,
atau tiga tingkat. Dulu saya memulainya
itu bikinnya tuh tiga tingkat
seperti itu. Jadi kan dengan space yang
hanya 2 m itu isinya satu tingkatnya itu
isi empat itu space-nya 2 m itu bisa isi
12 ekor kelinci. enggak bau kayak gitu,
enggak berisik seperti itu. Bahkan
tetangga pun mungkin kalau di awal-awal
enggak tahu ini ini apa sih seperti itu
saking kecilnya ya ininya tadi. Kemudian
juga untuk awal-awal modal kalau kita
enggak mau mengeluarkan investasi yang
di awalnya besar misalnya mau
kandang yang galvanis yang seperti ini
ya mungkin kita bisa dengan kandang yang
bambu dulu memang ketahanannya rendah ya
ketimbang dengan kandang yang galvanis
yang bisa tahunan seperti itu. Jadi
untuk memulai modalnya itu tuh enggak
besar seperti itu. Modalnya
seperti itu, Mas. Nah, mungkin ya memang
indukan tergantung dari kita ya mau
berapa paket misalnya satu paketnya tuh
satu jantan tiga betina, lima betina, en
betina seperti itu. Kelinci pun
juga karena tergolong kelinci itu
playboy. Nah, jadi satu jantan itu bisa
dipakai untuk beberapa betina seperti
itu. Idealnya dia lima betina.
Nah, nanti kalau terlalu banyak betina
dikhawatirkan nanti kalau jantannya ini
lemas atau kecapekan nanti kan
kelincinya malah terhambat untuk
mengawinkan seperti itu.

Jadi di awalnya memang saya itu orangnya
suka berkreasi seperti itu. Jadi saya
sudah membuat kandang dulunya yang
memang keinginan saya itu untuk
memelihara kelinci ya. Yang awalnya
memelihara kelinci. Kemudian
saya membeli kelinci ini. Beli kelinci
tiga ekor. Kemudian tiba-tiba besoknya
mati satu. Besoknya mati lagi satu. Nah,
ini membuat saya kan penuh tanda-tanya
ya di dalam diri saya. Ini
kenapa sih ya kalau saya memelihara
kelinci itu kok mudah sekali mati
seperti itu kan. Nah, saya mulai nih
baca buku, baca jurnal, kemudian
lihat-lihat tontonan atau cari-cari di
Google.
Nah, di situ saya mendapatkan wawasan
baru. Ternyata cara saya merawat kelinci
itu tuh salah. Kemudian cara pemberian
pakannya itu salah. Kayak gitu.
Di situ pun juga saya menemukan nih, oh
ternyata kelinci ini peluang bisnisnya
besar juga ya. Kayak gitu. Nah,
dari situ saya mulai belajar membeli
lagi nih, membeli indukan kemudian
dirawat dengan caranya yang
sebenar itu seperti apa, pemberian
pakannya, kemudian jadwal pakannya dan
lain-lainnya. Nah, dari situ kemudian
saya juga coba untuk sharing dengan
teman-teman. Ternyata di lingkungan saya
ini peternaknya banyak juga ya. Jadi
saya datangin satu-satu. Saya belajar,
“Pak, izin saya belajar ini merawat
kelincinya seperti apa.” Dari hasil
bertanya bertanya seperti itu, jadi saya
ud memahami seperti oh ternyata caranya
seperti ini. Akhirnya baru saya
memutuskan untuk menambah indukan
breeding. Alhamdulillah sampai
berkembang sampai sekarang. Jadi memang
prosesnya dari hasil kelinci
yang mati tadi e di situ membuat
belajarlah ini cari tahu setidaknya kepo
lah ya. Bahasa sekarangnya itu bahasa
anak mudanya tuh kepo ini kenapa sih
kelinci kok kayak gini? Tapi saya ya
melakukan hal seperti itu gitu. Kalau
kita menyerah ya kita bakalan enggak
tahu akan hasilnya seperti apa. Tapi
kalau kita belajar mencoba ya kita
tinggal menunggu aja nih hasilnya udah
sebukti seperti sekarang seperti itu.
Awalnya saya itu beternaknya itu jenis
kelinci hias dulu nih. Karena
memang saya kan ya suka l ya kalau
kelinci hias itu memang dia lucu seperti
itu kan dengan warnanya yang banyak juga
seperti itu. Nah, kemudian seiringnya
dengan berjalannya waktu saya melihat
ternyata permintaan pasar ini nih besar
ke kelinci pedaging seperti itu.
Nah, mulai dari situ kurang lebih
sekitar 2019
akhir kayak gitu akhirnya saya
memutuskan untuk serius nih menekuni
kelinci pedaging ya. Alhamdulillah kalau
untuk sekarang ini kurang lebih sekitar
200-an ekor gitu. Ini pun juga kita ya
keluar masuk ya Mas ya. Karena
saya juga sekarang ini diposisi sebagai
wadah bagi teman-teman untuk memasarkan
hasil panenannya. Jadi kita
menampung kemudian nanti ya pastinya
keluar lagi karena permintaan pasar itu
setiap hari sedangkan panenan itu bisa
berkala seperti itu. Kadang panenan itu
sebulan sekali, 2 bulan sekali
atau 3 bulan sekali. Tidak sebanding
dengan permintaan pasar yang setiap
hari. Sedangkan panenan itu ada jenjang
waktunya. Jadi kalau di sini
sendiri saya breedingnya itu ada
beberapa jenis kelinci unggulan e untuk
pedaging itu salah satunya jenis New
Zealand, kemudian jenis hala dan
juga ada haul. Nah, itu ras-ras kelinci
pedaging unggulan yang bagus
banget untuk kita breeding ketimbang
jenis-jenis kelinci lainnya.

Untuk kegiatan sehari-harinya yang saya
lakukan di peternakan ini sebenarnya
enggak memakan waktu yang banyak kalau
kita beternak kelinci. Walaupun ini
kapasitasnya mungkin ratusan ekor itu
enggak membutuhkan waktu yang banyak.
Jadi di pagi hari saya cuman pertama
ketika saya buka kandang itu saya
memantau kesehatan kelinci dulu nih.
Mana kelinci-kelinci yang tadi
malam enggak makan itu kira-kira kita
cari tahu dulu sebabnya apa ya kayak
gitu. Karena kalau enggak makan atau
hewan ataupun ternak itu kalau enggak
makan kan pasti ada salah satu sebabnya.
Nah, biasanya itu dulu yang kita cari.
Tapi kalau it’s ok semuanya sudah makan
habis semuanya ya kita lanjut pemberian
pakan. Kemudian setelah itu saya lanjut
ke memutar ya, memutar conveyor tadi
untuk ambil kohenya kita kumpulkan.
Kemudian ambil urinnya untuk kita
kumpulkan juga. Kemudian lanjut mungkin
sapu kandang. Setelah itu ya udah
sejam atau 2 jam ya saya di
kandang. Setelah itu ya saya pergi ke
depan ya ke toko saya kan di toko
workshop seperti itu produksi kandang.
Setelah itu nanti sore baru kita datang
lagi ke kandang. Nah di kandang pun juga
sama hal yang pertama saya lakukan. kita
ngelihat-ngelihat dulu ya,
skinning-skinning dulu lah,
kelinci-kelinci mana ada suatu seperti
itu misalnya yang terlihat lesu ataupun
yang lainnya. Tapi kalau secara ini
enggak ya sudah kita lanjut lagi.
Biasanya kalau saya di sore hari itu
mulai nih mengecek indukan-indukan.
Misalnya yang sudah kita kawinkan, kita
lakukan cek palpasi atau perabaan ini
kelincinya hamil atau tidak. Ataupun
yang belum kawin ya kita kawinkan di
saat di sore hari seperti itu. Biasanya
kan ada fase birahinya ya. Misalnya sore
dia enggak birahi, berarti paginya kayak
gitu. Jadi setelah kita ngasih makan,
ngasih minum ya dia birahi. Ya udah kita
kawinkan seperti itu. Jadi
semudah itu sih sebenarnya sesimpel itu
ya. E kalau saya beternak kelinci
kemudian sorenya itu tadi ya kembali
kasih makan, kasih minum seperti itu.
Kemudian mungkin kena sore mungkin waktu
kita lebih santai enggak ini
pekerjaan lagi kayak gitu. Jadi kadang
kita ngelihat kesehatan kelinci aja yang
misalnya terkena jamur tadi yang
langsung kita obati seperti itu. Jadi
kita enggak butuh waktu yang banyak ya
menghabiskan waktu yang banyak di
peternakan ini seperti itu.

Jadi di kandang Dina Rayait Farm sendiri
saya makanan utamanya itu pelet atau
konsentrat khusus untuk kelinci Mas.

Kemudian untuk air minumnya pun juga e
air minum biasa ya, air minum sumur
seperti itu. Karena kelinci ini
memang hewan pengerat ya, jadi dia tuh
suka mengunyah juga kan. Baik apalagi di
malam hari karena kelinci hewan
nokturnal di malam hari dia lebih aktif.
Jadi kalau di teman-teman mau ngasih
hijauan itu juga bagus seperti itu kalau
mau bermain di kelinci pedaging. Cuman
kalau di kandang saya sendiri hijauannya
itu menjadi semacam cemilan ya.
Kalau makanan utamanya saya menggunakan
konsentrat yang nutrisinya sudah
komplit. sehingga pertumbuhan
kelinci itu lebih maksimal sesuai dengan
target yang kita inginkan. Seperti
itu. Kalau untuk penyakit di
kelinci yang paling-paling sering
terjadi itu namanya skabis atau gudik
bahasa jawanya atau koreng biasanya

yang muncul biasanya di lapisan kulit
atas ya. biasanya di kuku, hidung,
telinga, mulut, ataupun bagian
kulit-kulit yang lain misalnya seperti
itu. Cara mengatasinya, pastikan
kandang kita itu kering. Jadi jangan
lembab terlebih untuk pijakan kaki
ataupun bagian belakang-belakang
dari kandang. Karena kalau lembab nanti
ya bakteri pastinya akan gampang ya, Mas
ya, untuk berkembang di sana seperti itu
dan penyakit pun juga akan sering
datang. Kemudian penyakit yang lain
biasanya itu seperti mencret. Nah,
menceret ini biasanya ya disebabkan oleh
bakteri itu tadi ya. Bisa bakteri itu
masuk lewat makanan ataupun hal-hal yang
lain. Biasanya kalau segi mencret. Kalau
biasanya mencret kotorannya itu hanya
lembek saja seperti itu, itu biasanya
hanya kekurangan serat aja.
Kemudian kalau untuk yang diare tadi
yang parah mungkin infeksi bakteri ya
mungkin ya bahasanya itu memang yang dia
tuh cairan banget. Nah, itu memang harus
diobati menggunakan obat hewan
biasanya ya. baik itu disuntikkan atau
dimasukkan ke dalam mulutnya langsung
seperti itu. Kalau untuk kelinci yang
kembung ini ya ada beberapa cara
biasanya dilakukan sama teman-teman.
Baik itu pemberian minyak kayu putih
ataupun obat-obatan pencahar seperti itu
ataupun obat-obat yang khusus untuk
lambunglah intinya seperti itu ya.
Memang kalau kelinci terkena kembung
kalau kita observasinya dari awal
tahunya dari awal itu bisa tertolong.
Cuman kalau udah sehari 2 hari 3 hari
itu biasanya sudah tidak bisa
tertolong Mas. Karena kalau udah
berhari-hari dia kan enggak makan ya,
dia enggak makan, enggak minum, nutrisi
enggak ada yang masuk ya jadinya ya
akhirnya dia mati seperti itu.
Tapi karena menyadarinya itu dari awal
itu biasanya kita kasih obat biasanya
sudah sembuh. Nah, untuk itulah yang
saya lakukan pagi-pagi hari itu tuh
ketika datang ke kandang kita mengecek
dulu nih mana nih kelinci yang enggak
makan. Dan kalau dia seperti itu
biasanya cenderung kelincinya itu pasif
ya, enggak aktif bergerak seperti ini.
Dia diam aja. Nah, dari situ kita sudah
melihat ini kelincinya ada dua indikasi
ya menurut saya pribadi seperti itu.
Apakah dia sembelit atau dia
kembung? Nah, dari pagi itu kita sudah
mengetahui oh dia enggak makan, dia diam
saja. Kemudian kita raba perutnya, du ah
kembung. Berarti ya kita antisipasi
langsung pemberian obat biasanya ya.
Baik itu obat oral ya. Dia yang
disuapin ke mulutnya ataupun obat-obat
yang lain biasanya langsung sembuh kalau
kita cepat. Nah, beda kalau kita diamkan
saja. Oh, kelincinya enggak makan
ya, mungkin lagi enggak selera
itu salah menurut saya. Jadi seperti
itu.

Jadi dulu itu memang saya melakukan
sebuah kesalahan ya. Mungkin umum
kesalahan ini sering dilakukan oleh
teman-teman ataupun orang-orang yang
baru memeli kelinci seperti itu. Jadi
kesalahan yang biasanya kita lakukan itu
pemberian pakan dan perawatan. Biasanya
kita tahunya kelinci itu hewan yang
lucu, imut, kemudian dia sangat
suka dengan wortel apalagi kangkung ya
seperti itu ya. Seiringnya berjalan
waktu tadi saya mempelajari tentang itu
ternyata ya itu sebuah kesalahan yang
besar seperti itu. Bahwasanya kelinci
ini kan dia butuh nutrisi yang
komplit ya untuk tubuhnya seperti itu.
Sedangkan kalau kita memberian wortel
kangkung itu kan hanya sekedar
satu macam ya seratnya yang tinggi.
Kemudian kalau yang dia masih segar itu
kandungan airnya sangat tinggi
banget. Nah, seperti itu. Nah, biasanya
yang makanan yang salah seperti itu
biasanya pemberian pakan yang hanya
bergantung satu macam jenis seperti
itu, itu menyebabkan nutrisinya
yang enggak stabil seperti itu. Bahkan
kalau pemberian kangkung, wortel, kubis
itu tuh di dalam bahan itu ada kadar
airnya yang tinggi, ada kadar
gasnya yang tinggi. Sehingga biasanya
kalau kita membeli kelinci, kita ngasih
makan itu di rumah, nah itu terjadi
diare, kemudian terjadi kembung.
Makanya kadang ketika saya membeli
kelinci dulu, kelincinya itu mati, kaku,
perutnya besar kayak gitu,
kotorannya lembek. Ya, kita enggak
melihat bahwasanya itu nutrisinya enggak
bagus seperti itu. Nah, mulai
dari situlah pemberian pakan itu sangat
penting. Jadi, kesalahan-kesalahannya
tuh biasanya seperti itu. Kemudian juga
kadang kita baru beli kemudian
langsung dimainkan seperti itu. Nah, itu
biasanya menyebabkan double stress
biasanya kan ya. Makanya kadang kelinci
kalau kita beli itu enggak bertahan
lama. Ada baiknya memang ketika kita
baru membeli kelinci, kemudian kita
sediakan makanan yang nutrisinya
komplit, baik, tersediaan minuman,
kemudian ya kita istirahatkan dulu
lah. Mungkin besoknya baru kita
ajak bermain nih kelincinya untuk
berinteraksi dengan kelincinya. Nah,
tapi kalau baru datang langsung dimain,
diuber-uber ke sana ke sini ya pastinya
double stres itu tadi. Biasanya dia
enggak akan bertahan 2 hari, 3 hari, 4
hari ya biasanya langsung mati. Nah, itu
biasanya berdasarkan pengalaman sendiri
dulu seperti itu. Selain itu banyak juga
yang bilang kalau kelinci itu bau.
Padahal kan sebenarnya untuk bau
itu tergantung dengan pakan yang kita
berikan ya. Kalau pakannya itu sudah ada
di dalamnya itu kandungan untuk
mengurangi bau biasanya tidak bau. Tapi
kalau makanan-makanan misalnya seperti
hijauan yang memang hijauan itu sengit
baunya kemudian dibarengin dengan
kebersihan kandang yang kurang itu pasti
bakalan bau. Kemudian kalau untuk
kelinci yang sering menghamburkan
makanan memang kelinci itu sedang dalam
fase bermain biasanya seperti itu. Jadi
dia sangat senang biasanya memang
karakternya di suka bermain
seperti itu. Bukan berarti dia stres.
Kemudian kalau dia mencabuti bulu memang
kalau setiap dia mau melahirkan dia akan
mencabuti bulunya itu sebagai tanda dia
membuat sarang lagi membangun sarang
untuk proses dia melindungi anakannya
nanti dari udara luar ataupun
predator-predator seperti itu.
Terus kalau indukan kelinci memakan
anakannya yang selama ini saya tahu
dibaca di jurnal itu dia memang seperti
karakter dari sebuah hewan untuk
melindungi anaknya. biasanya disebabkan
oleh stres ataupun indukan yang merasa
anaknya ini dalam keadaan terancam
ataupun nantinya tidak akan bisa baik
untuk berkembang. Nah, biasanya
kelinci-kelinci yang stres itu biasanya
dia akan memakan anaknya. Istilahnya itu
membunuh dengan cara dia memakan
anaknya. Nah, biasanya kalau yang
seperti itu biasanya disebabkan oleh
stres. Stres itu bisa dari faktor dari
luar ataupun dari dalam. Kelinci itu
merasa ada predator di sekitarnya.
Predator itu bisa dari kita
sendiri yang biasanya bergerombolan
masuk ke kandang sehingga ketika dia mau
menyiapkan kelahirannya tapi merasa
terancam ataupun hewan-hewan di
sekitarnya seperti itu. Jadi dia memang
memakan seperti itu. Harusnya dia tidak
bisa dipisahkan dari induknya. harus
tetap di situ. Cuman kalau kondisinya
darurat seperti itu bisa kita pindahkan
ke indukan yang lain seperti itu.

Kepuasan saya yang pertama kalau dari
peternakan kelinci yang selama ini saya
jalani itu mungkin stres saya lebih
berkurang ya karena saya lebih sering
berinteraksi bermain dengan
kelinci. Kemudian juga sekarang-sekarang
itu saya menciptakan kelinci
yang sesuai dengan standarnya seperti
itu untuk kita showkan, kita konteskan.
Nah, biasanya kalau menang dari kontes
itu ya kepuasan ya, sebuah
kepuasan. Kemudian kalau dari materil
mungkin selama ini yang saya dapatkan ya
pastinya sudah mencukupi kebutuhan dari
keluarga saya ya untuk anak-anak saya
sekolah kemudian kebutuhan sehari-hari
terus meningkatkan
kemudian relasi ya punya banyak teman
punya bergaul baik itu dari muda sampai
ke tua seperti ini itu membuat
kepuasan saya lebih lebih lagi karena
memang saya suka berinteraksi dengan
kelinci itu membuat saya senang
bangetlah kalau harapan
saya Mas saya pengin peternakan ini
lebih besar lagi.
lebih dikenal luas lagi dan bisa
menginspirasi teman-teman ataupun
anak-anak muda. Saya sangat senang kalau
anak-anak muda tertarik untuk memulai
peternakan kelinci seperti itu.
Karena memang pekerjaan enggak hanya
sekedar untuk di kantor ataupun di
perusahaan-perusahaan. Ada juga
pekerjaan profesi yang mungkin kalau mau
dikerjakan dengan serius, dijalankan
dengan serius juga bisa menghasilkan
baik materil ataupun juga keinginan
pribadi seperti itu ya, Mas ya.
Jadi harapan saya peternakan di raya
bisa berkembang lebih lagi seperti itu.
Kemudian harapan saya juga peternak
kelinci di Indonesia semakin
banyak semakin maju seperti itu, semakin
modern. Kemudian pasarnya juga sudah
terbentuk dengan baik seperti itu. Jadi
harapan besar saya seperti itu walaupun
memang saya mengusahakan secara
pribadi dulu kita memperbaiki kualitas
kemudian meningkatkan dari modernisasi
ke kandang kita sendiri sama
saya juga membentuk kelompok-kelompok
kecil teman-teman yang mendorong untuk
perbaikan kualitas dari kelinciaya

memang membuka kemitraan Mas khususnya
untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya
Jadi kita di sini untuk sebagai wadah
bagi teman-teman baik yang sudah
bertenak kelinci ataupun yang baru
memulai bertenak kelinci kalau mau
bermitra kita siap menampung
panenan kalian sebanyak apapun khususnya
untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya
seperti itu. Kemudian nanti kita juga
memberi pendampingan seperti itu.
Memberi panduan dampingan untuk
bagaimana caranya kalian
buat anak kelinci bisa berhasil bisa
sukses seperti itu. Ada baiknya kalau
kita memulai sesuatu itu kita memang
butuh mentor atau butuh guru ya untuk
sharing seperti itu, sharing pengalaman.
Karena dulu mentor saya, guru saya itu
ya dari kegagalan itu seperti itu. Dari
situ saya mendapatkan pengalaman. Nah,
pengalaman itu mau saya berikan kepada
teman-teman yang baru seperti itu.
Kemudian untuk jadi mitra nantinya
teman-teman enggak usah khawatir. Kita
di sini menyediakan bibit untuk kalian
ternakkan. Kemudian kita juga
menyediakan kandang
untuk tempat kelinci kalian. kita juga
menyediakan pakan dan pastinya kita
dampingi
seperti itu dan juga nanti panenan dari
teman-teman kita tampung, kita ambil
panenan dari teman-teman semua. Bahkan
juga nanti ke depannya untuk urin dari
limbahnya kemudian vesesnya itu juga
akan kita tampung seperti itu karena
kita sedang mengerjakan skala besar
untuk urin dan juga feses ini sehingga
kita juga nanti akan memasarkan ke
pertanian-pertanian yang lebih luas
lagi. Jadi untuk teman-teman yang mau
bergabung nanti bisa hubungi aja kontak
atau sosial media dari Dinaya Rabbit
Farm seperti itu.